Ya Allah,
jadikanlah aku orang yang
kaya hatinya akan akhlakul kharimah,
kaya pikirannya oleh pengetahuan yang bermanfaat
kaya hartanya untuk beramal

Gua ashabul kahfi

Sabtu, 08 Januari 2011



Amman Yordania : Tempat Gua Ashabul Kahfi

Keterangan Alquran dan bukti-bukti sejarah memperkuat situs Gua Ashabul Kahfi di Abu Alanda.




Cerita tentang para penghuni gua (Ashabul Kahfi), sangat tersohor di dunia Islam dan Kristen. Diceritakan, ada tujuh orang pemuda yang melarikan diri dari daerahnya, akibat ancaman Kaisar Decius (Dekyanus, 249-251 M). Kaisar memerintahkan supaya seluruh penduduk negeri yang berada di wilayah kekuasannya untuk menyembah berhala. Namun, enam orang pemuda (Maksimyanus, Martinus, Dyonisius, Malkus, Konstantinus dan Suresiyus) menolak perintah Kaisar Decius. Di tengah perjalanan saat pelarian, mereka bertemu dengan seorang penggembala bernama Yemlikho (Yuhanis) serta anjing kesayangannya, Kitmir. Mereka semua menyatakan hanya menyembah Tuhannya Langit dan bumi, yakni Allah. Menurut beberapa versi, mereka ini adalah pengikut (umat) Nabi Isa AS.

Dalam pelariannya, mereka bersembunyi dalam sebuah gua dan mereka beristirahat didalamnya hingga tertidur selama 309 tahun. Setelah terbangun, salah seorang dari mereka (Yemlikho), diminta untuk membeli makanan. Namun, uang yang akan mereka bayarkan ternyata sudah tidak berlaku lagi. Dan Kaisar yang berkuasa saat itu adalah Theodesius II yang taat menjalankan perintah Tuhannya.

Dari cerita diatas, sejumlah peneliti sejarah dan ahli arkeologi, berusaha melacak situs gua yang menjadi tempat tertidurnya Ashabul Kahfi tersebut. Dari sejumlah referensi, ada banyak tempat yang dipercaya sebagai gua tempat tertidurnya Ashabul Kahfi. Ada yang menyebutkan di Turki, yaitu di Ephesus dan Tarsus. Ada pula yang menyebutnya di Abu Alanda (Jordan), dan Jabal Qassiyun (Syria).

Namun demikian, banyak pihak yang meyakini (termasuk peneliti Kristen dan Muslim), bahwa gua tempat Ashabul Kahfi berada di Ephesus, bukan di Tarsus. Menurut pendapat ini, Tarsus adalah daerah tempat tinggal para pemuda, sedangkan Ephesus adalah daerah tempat pelarian ke tujuh pemuda tersebut. Kabarnya, gua Ashabul Kahfi itu berada di sebelah timur lereng gunung Pion (Mountain of Pion). Menurut orang barat, gua Ashabul Kahfi itu disebut pula dengan The Cave Of The Seven Sleepers.

Ephesus

Dibandingkan Tarsus, banyak pihak yang meyakini bahwa Ephesus adalah daerah tempat pelarian para Ashabul Kahfi dan bersembunyi sebuah gua di sebelah timur lereng gunung Pion. Daerah ini (Ephesus) dalam versi Kristen dianggap sebagai sebuah tempat suci. Di kota ini terdapat sebuah rumah yang dikatakan menjadi milik Maria (Maryam),--ibunda Nabi Isa-- dan kemudian berbuah menjadi sebuah gereja. Bahkan, beberapa sumber Kristen menegaskan, gua Ashabul Kahfi berada disini (Ephesus).

Sumber tertua yang berkaitan dengan hal ini adalah penelitian yang dilakukan seorang pendeta asal Syria bernama James dari Saruc (lahir 452 M). Ahli sejarah terkemuka Gibbon telah banyak mengutip dari penelitian James dalam bukunya yang berjudul The Decline and Fall of the Roman Empire (Kemunduran dan runtuhnya Kekaisaan Romawi). Berdasarkan buku ini, Kaisar yang memerintah dan berusaha melakukan penyiksaan pada orang-orang yang tidak mau menyembah berhala adalah Kaisar Decius.

Menurut Gibbon nama dari tempat ini adalah Ephesus. Terletak di pantai Barat Anatolia, kota ini adalah salah satu pelabuhan dan kota terbesar dari kekaisaran Romawi. Saat ini reruntuhan dari kota ini dikenal sebagai 'Kota Antik Ephesus.'

Sementara itu, Alquran tidak secara jelas menyebutkan tempat dimana Ashabul Kahfi tertidur. Secara implisit, Alquran (QS Al-Kahfi :17) meyebutkan ciri-ciri dari gua tersebut.

''Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari itu terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa yang disesatkan-Nya maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.''

Menurut penelitian, gua yang ada di lereng gunung Pion di Ephesus ini, pintu masuknya mengarah ke bagian Utara, sehingga sinar matahari tidak bisa menembus ke dalam gua. Dengan demikian, seseorang yang melewati gua itu tidak dapat melihat apa yang ada didalamnya

Ahli Arkeologis Dr Musa Baran, juga menunjuk Ephesus sebagai tempat sekelompok orang muda yang beriman ini hidup. Dalam bukunya yang berjudul Ephesus, dia menyatakan :
''Di tahun 250 SM, tujuh orang pemuda yang hidup di Ephesus memilih untuk memeluk agama Kristen dan menolak penyembahan terhadap berhala . Mencoba untuk mencari jalan keluar, sekelompok pemuda ini menemukan sebuah gua yang berada di sebelah Timur lereng gunung Pion. (Musa Baran, Ephesus, hlm 23-24).

Keyakinan gua Ashabul Kahfi ada di Ephesus Turki, didukung banyak ulama Islam, seperti At-Tabari, Al-Baidlawi, An-Nasafi, Jalalain, At-Tibyan serta Fakhruddin Ar-Razi. Mereka mengatakan, nama lain dari Ephesus adalah Tarsus (Turki).

Fakhrudin Ar-Razi menerangkan dalam penelitiannya, meskipun tempat ini disebut dengan Ephesus, maksud dasarnya untuk mengatakan Tarsus. Sebab Ephesus hanyalah nama lain dari Tarsus.

Abu Alanda (Amman)

Sehubungan dengan adanya pendapat yang mengatakan bahwa letak gua tersebut di daerah Ephesus, Turki, pemerintah Turki kemudian bersegera melakukan penggalian terhadap situs di Ephesus tersebut. Namun, hasil yang didapat malah menguatkan hasil penemuan gua di Abu Alanda (Buloqaa), Yordania. Dan pemerintah Turki secara resmi mengakui situs Ashabul Kahfi yang terletak di Yordania ini. Menurut pemerintah Turki, di Ephesus tidak terdapat tempat peribadatan dan di sana juga tidak didapati pahatan tulisan Byzantium seperti yang terdapat di Buloqaa (Abu Alanda). Pendapat tersebut juga dikuatkan oleh penelitian yang dilakukan oleh Anui Dajjani, seorang doktor dari jawatan purbakala Yordania, pada tahun 1962.

Pendapat ini makin diperkuat lagi dengan ditemukannya sejumlah bukti 'kesejarahan' dari gua ini. Surah Al-Kahfi ayat 17 menyebutkan matahari cenderung ke kanan dari gua mereka dan terbenam di sebelah kiri. Kemudian dilanjutkan dengan kalimat : ''...sedang mereka berada dalam satu lapangan gua itu'' (QS 18: 17). Lokasi Gua Ashabul Kahfi di Abu Alanda, Jordan terdapat sebuah lubang dari atas gua sehingga cahaya bisa masuk. Selain itu, bentuk gua yang terdapat di Abu Alanda sangat luas dan lapang serta tidak dalam.

Kemudian, pada ayat ke-21 dijelaskan : ''... Ketika mereka berselisih tentang urusan mereka, sebahagian dari mereka berkata: ''Dirikanlah sebuah bangunan di sisi (gua) mereka, Tuhan mereka lebih mengetahui tentang mereka.'' Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata : ''Sesungguhnya, kami akan mendirikan sebuah rumah peribadatan diatasnya.''

Konon, di atas Gua Ashabul Kahfi di Abu Alanda terdapat rumah ibadat yang telah dibangun ketika itu. Rumah ibadat yang dimaksudkan adalah rumah ibadat penganut nasrani. Ketika zaman kerajaan Umawiah, rumah ibadat tersebut telah dijadikan masjid.

Dan pada 27 September 2006 silam, Raja Abdullah (Raja Yordania), meresmikan sebuah Masjid Baru di atas gua tersebut, yang diberi nama Masjid Ashabul Kahfi. n sya/berbagai sumber


--000--


Bukti Sejarah dan Arkeologi

Beberapa bukti untuk memperkuat Abu Alanda sebagai tempat Gua Ashabul Kahfi, diperkuat dengan sejumlah temuan benda-benda sejarah dan arkeologi.

1. Di gua ini terdapat tulisan pada lengkuangan pintu di dinding sebelah Timur yang menyatakan Masjid diperbaharui pada tahun 117 hijrah yang merujuk kepada zaman Hisham bin Abdul Malik bin Marwan. Ini membuktikan bahwa ketika era kerajaan Umawiah mereka sudah memperharui masjid yang sebelum itu menjadi rumah ibadat nasrani. Kesan yang boleh dilihat ialah binaan mihrab (petunjuk arah kiblat) yang terdapat di atas gua tersebut.

2. Tulisan khat Kufi. Ini membuktikan, masjid kedua di Ashabul Kahfi diperbaharui pada zaman Khomarumiah bin Ahmad Tholun dari kerajaan Abasiah. Masjid kedua yang dimaksudkan ialah masjid yang dibangun berhadapan dengan gua Ashabul Kahfi setelah masjid pertama diwujudkan di atas gua ketika zaman Umawiah.

3. Kesan Nawawis di dalam gua. Nawawis di dalam Mujam Wasit, memberi arti kubur orang nasrani yang mayatnya diletakkan di dalamnya. Pada Nawawis tersebut terdapat bintang segi delapan yang membuktikan tanda zaman kerajaan Rum-Byzantium pada kurun ke-3 masehi. Menjadi adat pada ketika itu, mayat-mayat nasrani akan dikuburkan di dalam bekas batu. Ini tidak mustahil bahawa mereka yang telah menguruskan mayat pemuda tersebut telah mengkebumikan mereka dengan cara dan adat mereka pada ketika itu.

4. Penemuan barangan tembikar, duit tembaga dan perak, lampu dari pelbagai zaman (Umawiah, Abasiah, Turki Uthmaniyyah) di dalam gua tersebut dan sekitarnya. Ia membawa maksud bahawa tempat itu telah dijaga oleh pelbagai zaman yang berlalu.

5. Al-Waqidi di dalam kitabnya Futuhat Sham telah menulis bahawa beliau bersama yang lain telah berhenti di Ain Ma' berhampiran gua ashabul kahfi. Mereka berhenti di Ain Ma' tersebut berwudlu, shalat dan tidur di situ sebelum meneruskan perjalanan ke Palestina. Ain Ma' terletak 70 meter dari gua ashabul kahfi.

6. Pokok zaitun berusia ratusan tahun tumbuh berhadapan gua. Pokok tersebut telah mati dan kesan batang pokok zaitun yang berusia ratusan tahun itu kini ditempatkan di dalam muzium mini di dalam gua.

7. Penemuan tulang di dalam Nawawis. Dikatakan bahwa tulang-tulang tersebut adalah kepunyaan pemuda-pemuda tersebut.

n sya/misteridunia.com

0 komentar:

Poskan Komentar

 
telah dijuluki :
wanita perkasa
si beu bae
wanita cantik perkasa gagah jelita
wanita aneh dan unik
jiwa anak kecil yang terperangkap dalam tubuh yang besar
gadis gemet