Ya Allah,
jadikanlah aku orang yang
kaya hatinya akan akhlakul kharimah,
kaya pikirannya oleh pengetahuan yang bermanfaat
kaya hartanya untuk beramal
Tampilkan postingan dengan label organik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label organik. Tampilkan semua postingan

Kimia Organik (pengertian)

Rabu, 02 Februari 2011


Pengertian Organik
 Nama senyawa organik berasal dari kata organisme atau makhluk hidup, karena pada mulanya diduga hanya dapat dibuat oleh organisme. Friedrich Wholer (1828) berhasil mensintesis urea, (NH2)2CO (senyawa organik) dengan memanaskan amonium sianat,NH4(CN) (senyawa anorganik).
Senyawa organik adalah senyawa yang strukturnya terutama ditentukan oleh atom karbon yang saling berikatan
 
 Hidokarbon
lSenyawa hidrokarbon, yaitu senyawa yang hanya mengandung unsur hidrogen dan karbon. Senyawa ini dibagi atas hidrokarbon alifatik dan aromatik.

lHidrokarbon alifatik adalah senyawa hidrokarbon yang tidak mengandung inti benzena, baik dalam senyawa yang berantai lurus dan bercabang maupun yang siklik.
lKata alifatik berasal dari ‘aliepher’ (Yunani) yang berarti lemak. Lemak adalah senyawa organik yang mempunyai rantai karbon terbuka. Jadi, senyawa hidrokarbon adalah senyawa yang umumnya berantai terbuka. Walaupun ada yang berantai tertutup (siklik) tetapi tidak stabil dan cenderung terbuka kembali.
  
Hidrokarbon aromatik adalah senyawa hidrokarbon yang mengandung inti
benzena, yaitu rantai enam karbon yang melingkar tetapi stabil. Kata aromatik
berasal dari aroma (Yunani) yang berarti berbau enak (harum).
 
  Hidrokarbon alifatik yang tidak mengandung ikatan rangkap disebut hidrokarbon
   jenuh (alkana) dan yang mngandung ikatan rangkap disebut hidrokarbon tak jenuh
   (alkena dan alkuna). Hidrokarbon siklik yang jenuh disebut sikloalkana.
 
 
 
 

Alkohol

Minggu, 02 Januari 2011

Pengertian Alkohol
Contoh-contoh
Alkohol
adalah senyawa-senyawa dimana satu atau lebih atom hidrogen dalam sebuah
alkana digantikan oleh sebuah gugus -OH. Pada pembahasan kali ini,
kita hanya akan melihat senyawa-senyawa yang mengandung satu gugus -OH
Sebagai contoh:
Jenis-jenis alkohol
Alkohol
dapat dibagi kedalam beberapa kelompok tergantung pada bagaimana posisi
gugus -OH dalam rantai atom-atom karbonnya. Masing-masing kelompok
alkohol ini juga memiliki beberapa perbedaan kimiawi.
Alkohol Primer
Pada alkohol primer(1°), atom karbon yang membawa gugus -OH hanya terikat pada 
satu gugus alkil.
Beberapa contoh alkohol primer antara lain:
Perhatikan bahwa tidak jadi masalah seberapa kompleks gugus alkil yang terikat. 
Pada masing-masing contoh di atas, hanya ada satu ikatan antara gugus CH2 yang mengikat gugus -OH dengan sebuah gugus alkil.
Ada pengecualian untuk metanol, CH3OH, dimana metanol ini dianggap sebagai sebuah alkohol primer meskipun tidak ada gugus alkil yang terikat pada atom karbon yang 
membawa gugus -OH.
Alkohol sekunder
Pada alkohol sekunder (2°), atom karbon yang mengikat gugus -OH berikatan langsung dengan dua gugus alkil, kedua gugus alkil ini bisa sama atau berbeda.
Contoh:
Alkohol tersier
Pada alkohol tersier (3°), atom karbon yang mengikat gugus -OH berikatan langsung dengan tiga gugus alkil, yang bisa merupakan kombinasi dari alkil yang sama atau berbeda.
Contoh:
Sifat-sifat fisik alkohol
Titik Didih
Grafik berikut ini menunjukan titik didih dari beberapa alkohol primer sederhana yang memiliki sampai 4 atom karbon.
Yakni:
Alkohol-alkohol
primer ini dibandingkan dengan alkana yang setara (metana sampai
butana) yang memiliki jumlah atom karbon yang sama.
Dari grafik di atas dapat diamati bahwa:
  • Titik didih sebuah alkohol selalu jauh lebih tinggi dibanding alkana yang memiliki jumlah atom karbon sama.
  • Titik didih alkohol meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah atom karbon.
Pola-pola titik didih mencerminkan pola-pola gaya tarik antar-molekul.
Ikatan hidrogen
Ikatan
hidrogen terjadi antara molekul-molekul dimana sebuah atom hidrogen
terikat pada salah satu dari unsur yang sangat elektronegatif – fluorin,
oksigen atau nitrogen.
Untuk alkohol, terdapat ikatan hidrogen
antara atom-atom hidrogen yang sedikit bermuatan positif dengan pasangan
elektron bebas pada oksigen dalam molekul-molekul lain.
Atom-atom
hidrogen sedikit bermuatan positif karena elektron-elektron ikatan
tertarik menjauh dari hidrogen menuju ke atom-atom oksigen yang sangat
elektronegatif.
Pada alkana, satu-satunya gaya antar-molekul yang
ada adalah gaya dispersi van der Waals. Ikatan-ikatan hidrogen jauh
lebih kuat dibanding gaya-gaya tersebut sehingga dibutuhkan lebih banyak
energi untuk memisahkan molekul-molekul alkohol dibanding untuk
memisahkan molekul-molekul alkana.
Inilah sebab utama mengapa titik didih alkohol lebih tinggi dari alkana.
Pengaruh gaya van der Waals
Pengaruh terhadap titik didih alkohol:
Ikatan
hidrogen bukan satu-satunya gaya antar-molekul dalam alkohol. Dalam
alkohol ditemukan juga gaya-gaya dispersi van der Waals dan interaksi
dipol-dipol.
Ikatan hidrogen dan interaksi dipol-dipol hampir sama
untuk semua alkohol, tapi gaya dispersi akan meningkat apabila alkohol
menjadi lebih besar.
Gaya-gaya tarik ini menjadi lebih kuat jika
molekul lebih panjang dan memiliki lebih banyak elektron. 
Ini meningkatkan besarnya dipol-dipol temporer yang terbentuk.
Inilah
yang menjadi penyebab mengapa titik didih meningkat apabila jumlah atom
karbon dalam rantai meningkat. Diperlukan lebih banyak energi untuk
menghilangkan gaya-gaya dispersi, sehingga titik didih meningkat.
Pengaruh terhadap perbandingan antara alkana dan alkohol:
Bahkan jika tidak ada ikatan hidrogen atau interaksi dipol-dipol, titik didih
alkohol tetap lebih tinggi dibanding alkana sebanding yang memiliki 
jumlah atom karbon sama.
Bandingkan antara etana dan etanol:
Etanol memiliki molekul yang lebih panjang, dan oksigen yang terdapat dalam
molekulnya memberikan 8 elektron tambahan. Struktur yang lebih panjang
dan adanya atom oksigen akan meningkatkan besarnya gaya dispersi van der
Waals, demikian juga titik didihnya.
Jika kita hendak membuat perbandingan yang cermat untuk mengamati efek 
ikatan hidrogen terhadap titik didih, maka akan lebih baik jika kita membandingkan etanol dengan
propana bukan dengan etana. Propana memiliki panjang molekul yang kurang 
lebih sama dengan etanol, dan jumlah elektronnya tepat sama.
Kelarutan alkohol dalam air
Alkohol-alkohol
yang kecil larut sempurna dalam air. Bagaimanapun perbandingan volume
yang kita buat, campurannya akan tetap menjadi satu larutan.
Akan
tetapi, kelarutan berkurang seiring dengan bertambahnya panjang rantai
hidrokarbon dalam alkohol. Apabila atom karbonnya mencapai empat atau
gkinan tidak menyatu.
lebih, penurunan kelarutannya sangat jelas terlihat, dan campuran
kemu
n
Kelarutan alkohol-alkohol kecil di dalam air
Perhatikan
etanol sebagai sebuah alkohol kecil sederhana. Pada etanol murni dan
air murni yang akan dicampur, gaya tarik antar-molekul utama yang ada
adalah ikatan hidrogen.
Untuk
bisa mencampur kedua larutan ini, ikatan hidrogen antara
molekul-molekul air dan ikatan hidrogen antara molekul-molekul etanol
harus diputus. Pemutusan ikatan hidrogen ini memerlukan energi.
Akan
tetapi, jika molekul-molekul telah bercampur, ikatan-ikatan hidrogen
yang baru akan terbentuk antara molekul air dengan molekul etanol.
Energi
yang dilepaskan pada saat ikatan-ikatan hidrogen yang baru ini
terbentuk kurang lebih dapat mengimbangi energi yang diperlukan untuk
memutus ikatan-ikatan sebelumnya.
Disamping itu, gangguan dalam
sistem mengalami peningkatan, yakni entropi meningkat. Ini merupakan
faktor lain yang menentukan apakah penyatuan larutan akan terjadi atau
tidak.
Kelarutan yang lebih rendah dari molekul-molekul yang lebih besar
Bayangkan apa yang akan terjadi jika ada, katakanlah, 5 atom karbon dalam masing-masing molekul alkohol.
Rantai-rantai
hidrokarbon menekan diantara molekul-molekul air sehingga memutus
ikatan-ikatan hidrogen antara molekul-molekul air tersebut.
Ujung
-OH dari molekul alkohol bisa membentuk ikatan-ikatan hidrogen baru
dengan molekul-molekul air, tetapi "ekor-ekor" hidrogen tidak membentuk
ikatan-ikatan hidrogen.
Ini berarti bahwa cukup banyak ikatan hidrogen awal yang putus tidak diganti oleh ikatan hidrogen yang baru.
Yang menggantikan ikatan-ikatan hidrogen awal tersebut adalah gaya-gaya
dispersi van der Waals antara air dan "ekor-ekor" hidrokarbon.
ng terbentuk kembali tidak cukup untuk mengimbangi ikatan-ikatan hi
Gaya-gaya tarik ini jauh lebih lemah. Itu berarti bahwa energi y
adrogen
yang telah terputus. Walaupun terjadi peningkatan entropi, proses
pelarutan tetap kecil kemungkinannya untuk berlangsung.
Apabila panjang alkohol meningkat, maka situasi ini semakin buruk, dan kelarutan akan semakin berkurang.

Bilangan Oksidasi (Biloks)

Kamis, 30 Desember 2010

Bilangan Oksidasi atau lebih terkenal dengan biloks adalah tingkat muatan listrik sebuah atom.
Om biloks ini memudahkan kita untuk menentukan rumus senyawa kimia (makasih ya om biloks,,,heheheheh9x)
Dalam "mempergunakan" om biloks ini, kita ga bisa sembarangan asal comot maen pasang, ada aturan-aturannya...aturan disini bukan untuk dilanggar ya,,,hehehehe9x
Let's check this out!!


Aturan Om Biloks :
1. Biloks unsur bebas atau tidak terikat dengan unsur lain = 0.
2. Biloks atom H dalam senyawa selalu +1, kecuali dalam senyawa hibrida (senyawa logam dengan hidrogen).
Contoh : HCl à Biloks H = +1
              NaH à Biloks H = -1
3. Biloks atom O selalu -2, kecuali dalam senyawa peroksida (senyawa logam dengan oksigen berlebih), biloks O = -1

           Contoh :        Na2O à O =-2
                                Na2O2 à O = -1
4. Jumlah biloks di dalam senyawa = 0

                 Contoh : Biloks CH4 = Biloks C + 4 Biloks H
                                                  = (-4) + 4(+1) = 0
5. Biloks positif dari unsur-unsur  di dalam sistem periodik pada umumnya sama dengan nomor golongannya, kecuali O, F dan golongan VIII A.

         Contoh : HNO3 à Biloks N = +5 (sama dengan no.gol. V A)
6. Biloks negative dari unsur non logam umumnya sama dengan nomor golongan dikurangi 8.

        Contoh : HCl à biloks Cl = -1 (no.gol Cl (7) – 8 = -1)
7. Biloks ion monoatomik sama dengan muatan listrik ionnya.

        Contoh : Al3+ à Biloks Al = +3
8.  Dalam menuliskan rumus dua jenis unsur dalam senyawanya, maka unsur yang mempunyai biloks positif ditulis terlebih dahulu, kecuali pada senyawa NH3.

           NH3 à Biloks N = -3
                         Biloks H = +1
 

telah dijuluki :
wanita perkasa
si beu bae
wanita cantik perkasa gagah jelita
wanita aneh dan unik
jiwa anak kecil yang terperangkap dalam tubuh yang besar
gadis gemet